METRO24JAM.ID – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Waikabubak menggelar bakti sosial, Jumat (6/3/2026). Hal ini dilakukan guna memperkuat komitmen dalam memberi pelayanan prima dan memperluas jangkauan pembimbingan bagi klien pemasyarakatan.
Kegiatan yang dilakukan di Tambolaka Culinary Center ini menjadi momentum krusial bagi Bapas Waikabubak untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Bakti sosial dilaksanakan dengan menyalurkan bantuan sembako kepada klien pemasyarakatan yang kurang mampu. Hal ini sebagai bentuk empati dan dukungan moril agar proses reintegrasi sosial berjalan lancar.
Puncak acara ditandai dengan serahterima gedung Rumah Singgah oleh perwakilan Pemda Sumba Barat Daya kepada pihak Bapas. Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai titik temu operasional bagi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam menjalankan tugas pengawasan dan pembimbingan di wilayah Sumba Barat Daya tanpa harus selalu menempuh jarak jauh ke Kantor Bapas di Waikabubak.
Kepala Bapas Kelas II Waikabubak Rahmad Pijati mengatakan, langkah strategis ini merupakan bentuk nyata sinergitas lintas instansi.
“Bapas Waikabubak sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Pemda Sumba Barat Daya. Dengan adanya Rumah Singgah ini, kami dapat memastikan bahwa fungsi pengawasan dan pembimbingan terhadap klien pemasyarakatan di wilayah ini menjadi lebih intensif, efektif dan efisien,” ujar Pijati dalam sambutannya.
Pemda Sumba Barat Daya diwakili Sekda Drs Etmundus N Nau menyampaikan apresiasi kepada Bapas Waikabubak.
“Terimakasih kami ucapkan kepada Bapas Waikabubak yang selama ini tentunya sudah membimbing masyarakat kami dalam proses reintegrasi sosialnya. Pemda SBD sedikitnya dapat membantu dengan memberikan rumah singgah yang akan diserahkan kepada Bapas Waikabubak untuk menunjang tugas yang tentunya akan memudahkan masyarakat kami dalam proses reintegrasi sosial,” ungkap Etmundus.
Melalui peresmian Rumah Singgah ini, Bapas Waikabubak optimistis dapat menekan angka residivisme dengan memberikan pembimbingan yang lebih melekat bagi klien di Sumba Barat Daya. (hidayat ahmad)






