METRO24JAM.ID – Banjir bandang kembali menerjang aliran Sungai Muaro Pisang Jorong Pasa Nagari Maninjau Kabupaten Agam Sumatera Barat, Jumat (2/1/2026) pagi.
Peristiwa ini menjadi banjir bandang susulan yang menegaskan Maninjau sebagai wilayah rawan bencana hidrometeorologi setiap musim hujan.
Ketua Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan, hingga Jumat siang, banjir di Maninjau belum surut. Curah hujan yang masih tinggi membuat air sungai terus meluap dan mengalir deras membawa material lumpur, bebatuan dan kayu.
“Banjir pertama terjadi 24 November 2025, lalu sempat kering. Saat hujan turun lagi, banjir datang kembali. Sekarang air masih mengalir dan hujan belum berhenti,” kata Rahmat.
Akibat banjir bandang Sungai Muaro Pisang, jumlah rumah rusak berat kembali bertambah.
BPBD mencatat 7 rumah mengalami rusak berat pada banjir terbaru ini, sehingga total 47 rumah rusak akibat banjir Maninjau sejak kejadian 1 Januari 2026.
Selain merusak permukiman warga, akses jalan Maninjau juga dilaporkan terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kondisi tersebut memaksa warga menghentikan aktivitas dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Saat ini, sekitar 450 warga Maninjau mengungsi akibat banjir bandang yang datang berulang. (vnc/hidayat ahmad)






