METRO24JAM.ID – Limbah sayur, kotoran hewan seperti babi, bukan lah limbah yang berbahaya. Karena bukan bahan kimia. Bukan seperti limbah yang dihasilkan medis.
Demikian ditegaskan Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH dalam orasinya di depan Kantor Wali Kota Medan saat demo pedagang dan konsumen daging babi, Kamis (26/2/2026).
Jadi kata Lamsiang, narasi Wali Kota Rico Tri Bayu Putra Waas yang mengatakan pedagang daging babi menghasilkan limbah itu tidak berdasar.
Lebih lanjut kata Lamsiang, dari skala prioritas, pihaknya tidak melihat urgensi atau keadaan yang mendesak hingga harus menggusur pedagang daging babi.
“Padahal yang sangat mendesak Pak Wali, adalah penanganan banjir. Karena akibat banjir kemarin, ada warga yang menjadi korban jiwa. Begitu juga dengan begal, harusnya ini menjadi skala prioritas Wali Kota bekerjasama dengan Polrestabes Medan membasmi begal,” tegasnya.
Namun sayang, aksi yang diperkirakan dihadiri ribuan pedagang dan konsumen daging babi ini tak mendapat respon dari Wali Kota Medan Rico Waas.
Baru setelah sejam lebih berunjukrasa, pihak Pemko akhirnya mengijinkan beberapa perwakilan untuk berdiskusi dengan Wali Kota yang oleh Mahasiswa Cipayung Plus disebut ‘Wali Kota Pomade’.
Hanya saja, pertemuan itu sempat deadlock karena Rico Waas tak mau mencabut Surat Edaran No 500-7.1/1540. Meski sudah dirayu dan bahkan tensi perwakilan pengunjukrasa sudah meninggi, Rico Waas tetap tak mau mencabut surat yang telah dikeluarkan.
Rico hanya bersedia merivisi tanpa mau mencabut. (hidayat ahmad)






