METRO24JAM.ID – Selama setahun lebih usai dilantik, Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Putra Waas minim prestasi. Saking minimnya, mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menjulukinya ‘Wali Kota Pomade’. Begitu juga netizen, banyak yang menggelarinya ‘Wali Kota Konten’.
Kabarnya, julukan dan gelar itu dilatarbelakangi dari sikap dan perilaku Rico Waas yang cenderung sebagai selebgram daripada Wali Kota. Berpakaian klimis dan bergerak seperti hanya untuk konten.
Sedangkan untuk kebijakan, Rico Waas nyaris tak memiliki konsep kerja. Saking tak pedulinya, ada jalanan yang rusak dan drainasenya tersumbat bertahun-tahun, tapi tak pernah dilirik atau malah tak pernah diketahui Rico Waas.
Setidaknya itu jeritan hati warga Jalan Marelan VII Pasar 1 Tengah Gang Mulia Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan. Saking kesalnya, mereka meluapkan kekecewaan atas kondisi infrastruktur yang disebut rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti kepada wartawan dan media sosial.
Dijelaskan warga, drainase tak berfungsi, jalan lingkungan kian hancur dan genangan air kerap muncul saat hujan, tapi aparatur setempat, mulai dari kepala lingkungan hingga kecamatan atau bahkan Wali Kota Medan, tidak menunjukkan respon nyata.
“Sudah lama rusak. Tapi seperti tidak ada perhatian sama sekali,” ujar seorang warga kesal.
Warga juga menyoroti aktivitas pembangunan oleh pihak tertentu yang disebut memperparah kondisi. Material bangunan diduga menutup saluran air dan merusak badan jalan. Namun hingga kini, belum terlihat tindakan tegas dari pihak berwenang.
Wilayah yang dikeluhkan berada di Medan Marelan, masih bagian dari Kota Medan di wilayah utara, mana tau Rico Waas lupa.
Yang membuat warga makin geram, mereka mengaku menemukan dokumentasi laporan pekerjaan infrastruktur yang disebut sudah dikerjakan. Namun di lokasi mereka, tidak ada perubahan signifikan.
“Di laporan ada foto, katanya sudah selesai. Tapi di sini tidak ada yang berubah,” kata warga lainnya.
Masyarakat meminta Pemerintah Kota Medan turun langsung melakukan pengecekan lapangan, mengevaluasi kinerja aparatur dan memastikan tidak ada pembiaran atau laporan yang tak sesuai fakta.
Pertanyaannya kini menggema di tengah warga: Kalau laporan sudah ‘rapi’, kenapa drainase tetap mati dan jalan tetap hancur?
Publik menanti jawaban dan tindakan nyata dari Wali Kota Medan Rico Waas, agar tak dinilai hanya sebagai ‘Wali Kota Konten’. (hidayat ahmad)






