METRO24JAM.ID – Ternyata, insiden penghentian konser Radja dan Wali di Idea Live Arena Petaling Jaya Malaysia, bukan karena kesalahan Radja. Insiden itu lebih disebabkan untuk menghormati masuknya waktu Sholat Isya.
Demikian disampaikan pihak penyelenggara “Konsert Pentas RadjaWali Impian”, Al Fateh Sdn Bhd bersama GIS Entertainment & Events, serta Infinity Love Creative Ventures (ILCV Events).
Pernyataan ini sekaligus klarifikasi resmi Manajemen Radja, yang merasa disudutkan atas insiden tersebut, Senin (12/1/2026)
Perwakilan Manajemen Radja, Rana, menjelaskan, penyetopan itu sedikitpun bukan karena Radja yang molor, tapi murni karena pihak gedung yang tak bisa memberikan toleransi waktu.
“Kami tidak mau memulai konser ketika azan sedang berkumandang atau ketika jemaah sedang menunaikan sholat. Waktu Isya masuk sekitar jam 8.30 malam dan kebiasaannya selesai kira-kira jam 08.40 malam,” jelasnya seperti dikutip dari pernyataan pihak EO.
Oleh karena itu, kata Rana, pihaknya hanya mengikuti roundown acara yang disampaikan EO. Sehingga saat acara dimundurkan jadi jam 08.50 malam, Radja hanya mengikuti arahan EO.
Pihak EO sendiri, dalam klarifikasinya menjelaskan, mundurnya jadwal acara bukan disengaja, tapi merupakan bentuk penghormatan terhadap agama dan masyarakat setempat.
“Kami akui permit (waktu) hiburan dalaman sah sehingga jam 1 pagi, manakala (padahal) permit penggunaan venue pula hanya sehingga (sampai) jam 12 tengah malam. Namun, kebiasaannya persembahan (konser) boleh dilanjutkan atas persetujuan bersama,,” ujar pihak EO.
Dijelaskan perwakilan EO juga, pihaknya sudah berusaha maksimal dengan meminta pertambahan waktu agar Wali bisa menutup konser dengan sempurna.
Bahkan, pihak EO juga rela uang deposit RM20,000 hangus agar pihak gedung mau memberikan toleransi waktu hingga jam 00.30 WIB.
“Kami sudah memohon kelonggaran waktu hingga jam 12.30 tengah malam supaya Wali Band dapat menamatkan persembahan dengan sempurna. Malah, kami sanggup menanggung risiko kehilangan deposit RM20,000 atau dikenakan denda, asalkan penonton bisa puas. Keutamaan kami adalah kepuasan penonton, bukan uang ringgit,” katanya.
Namun, menurut pihak EO, penanggungjawab gedung Idea Live Arena tak mau memberi toleransi. Kalau pun mau memperpanjang waktu, harus tertulis lengkap dengan cap resmi MBPJ.
“Permintaan itu tak bisa dipenuhi karena sudah tengah malam. Namun pihaknya tetap berusaha merayu pihak gedung agar bisa memberi peluang kepada artis untuk memberikan lagu terakhir,” katanya lagi.
Beruntung, pihak gedung memberikan toleransi agar Wali bisa membawakan lagu penutup. Sekira jam 23.55 WIB, Wali akhirnya bisa menyanyikan lagu terakhir.
“Saya sendiri naik ke pentas untuk memberi tau vokalis Wali Band bahwa lagu yang dinyanyikan adalah lagu terakhir dan sebagai lagu penutup,” ujarnya.
Namun sayang, begitu lagu terakhir selesai dinyanyikan, pihak gedung langsung mematikan aliran listrik. Tak sedikit pun pihak gedung memberi ruang bagi Wali untuk memberi pengumuman kepada penonton.
“Hal itu lah yang membuat penonton jadi bingung. Hingga terjadi saling tuding siapa yang salah,” ujarnya.
“Untuk itu, kami memohon maaf kepada semua penonton atas insiden yang tidak diinginkan ini. Kami telah melakukan segala usaha untuk mengawal dan menyelamatkan keadaan, namun terbentur ketegasan pihak gedung yang enggan berkompromi,” ujarnya. (hidayat ahmad)






