MEDAN, METRO24JAM.ID
Satu pengakuan netizen yang panik melihat tagihan listrik di rumah melonjak viral di media sosial. Lonjakan tarif listrik ini terjadi setelah melewati hari Lebaran.
Padahal sebelumnya, PLN memberikan diskon tarif 50 persen kepada semua pelanggan.
Keluhan soal tagihan listrik yang naik ini disampaikan melalui akun media sosial X, hingga viral.
“Di sini apakah ada kelonjakan tagihan listrik jg stelah subsidi yg 50 persen itu? kaget bgt, stelah promo subsidi abis, tagihan bulan ini jadi 2x lipat pembayarannya,” tulis akun X @lagigabu***, yang dikutip dari Kompas.com.
Pengunggah menyampaikan bahwa tagihan listriknya sebelum program subsidi listrik adalah sekitar Rp280.000 sampai Rp320.000.
Saat adanya subsidi listrik, tagihannya hanya Rp 140.000 per bulan.
Namun, setelah program diskon berakhir, ia mengaku tagihannya menjadi Rp 611.000 per bulan.
Keluhan juga dituliskan oleh akun X lainnya, @avenoor*** pada Jumat (4/4/2025).
“Tarif naik hampir 50 persen dari harga biasa padahal penggunaan berkurang awkwkwk apa-apaan ini woi @pln_123,” tulis dia.
Lantas, benarkah tagihan listrik melonjak usai program diskon tarif 50 persen berakhir?
Vice President Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Grahita Muhammad mengatakan, tarif listrik pada triwulan kedua 2025 tidak mengalami perubahan atau tetap.
“Per tanggal 1 Maret 2025 atau setelah berakhirnya periode diskon tarif listrik 50 persen, maka tarif listrik kembali normal sesuai penetapan pemerintah. Untuk Triwulan kedua 2025 ini tarif listrik tetap tidak mengalami perubahan,” ujar Grahita, Sabtu (5/4/2025).
Terkait keluhan tagihan listrik pelanggan PLN yang disebut naik dua kali lipat, Grahita meminta masyarakat untuk memastikan pola pemakaian listrik masing-masing. (hidayat ahmad/kc)






