METRO24JAM.ID – Lagi-lagi rapat Presiden Prabowo dengan bawahannya menuai polemik di publik. Bagaimana tidak, harga pembuatan sumur bor dilaporkan mencapai Rp100 juta – Rp150 juta. Wow!
Polemik ini timbul saat Presiden Prabowo Subianto berkomunikasi dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak terkait biaya sumur bor.
Dengan lugas, Suharyanto mengatakan, biaya pembuatan sumur bor antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Hal ini langsung memantik keributan di kalangan warganet.
Sementara dari pengakuan sejumlah warga, bahkan banyak relawan yang sudah ikut membantu pembuatan sumur bor, harga itu tergolong fantastis.
“Untuk pembuatan satu sumur bor, cukup dengan anggaran Rp8 juta – Rp10 juta saja. Tidak perlu sampai Rp150 juta. Alhamdulillah, kami sudah membuat sekitar 9 sumur bor di pengungsian Aceh,” ujar Azhari Cage, warga Aceh.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menjelaskan, biaya sumur bor yang mencapai Rp150 juta itu tidak mahal. Karena pembangunan sumur bor yang dimaksud Jenderal Maruli adalah di Desa Tipar Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.
“Biaya sumur bor yang dikerjakan personel TNI AD tersebut mampu menjangkau 500 kepala keluarga (KK). Kalau secara rinci biayanya segitu. Tapi itu program di Banyumas yang diresmikan Bapak KSAD dan ini wajar,” kata Donny seperti dilansir Republika di Jakarta, Sabtu (3/1/2025).
Dia pun meminta publik tidak beranggapan, biaya Rp150 juta itu hanya untuk satu rumah. Menurut Donny, program sumur bor yang sudah dijalankan KSAD adalah pompa hidram (hydraulic ram pump) yang saluran airnya juga bisa untuk irigasi. (hidayat ahmad)






