METRO24JAM.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan tak ada lagi pengungsi yang tidur di tenda-tenda, memantik sorotan. Rakyat Aceh pun kecewa.
Kekecewaan rakyat Aceh ditumpahkan dalam sejumlah platform media sosial sambil menunjukkan sejumlah pengungsi yang masih tidur di pengungsian. Apalagi sehari sebelum Presiden Prabowo turun, banyak tenda pengungsi digusur secara paksa.
“Pak Presiden Prabowo. Tolonglah bapak turun langsung ke pengungsian. Jangan asal terima laporan asal bapak senang (ABS). Masih banyak warga yang tidur di pengungsian,” ujar Suwandi (44 tahun) warga Aceh Tamiang yang mengaku masih mengungsi.
Dikatakan Suwandi, sejumlah warga memang masih banyak yang tinggal di tenda pengungsian. Pengungsi terpaksa tinggal di tenda pengungsian karena sebagian masih menunggu pencairan dana tunggu hunian (DTH) dari pemerintah.
“Namun, ada juga pengungsi yang sudah mendapat DTH, tetapi tetap tinggal di tenda pengungsian karena uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar,” ujarnya.
Pengakuan yang sama juga disampaikan Nurhayati. Menurutnya, pernyataan Prabowo yang mengatakan tak ada lagi pengungsi tidur di tenda sungguh menyakiti hati rakyat Aceh. Karena sampai saat ini, masih banyak rakyat yang tidur di tenda-tenda.
“Kami berharap Pak Prabowo benar-benar menurunkan tim khusus yang bisa melihat kenyataan sebenarnya. Jangan asal menerima ABS,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, memang masih banyak pengungsi yang tidur di pengungsian. Terutama di Kabupaten Aceh Tamiang. Bahkan saat Prabowo akan turun ke kabupaten itu, sejumlah tenda pengungsi langsung dibersihkan.
Keributan atas penggusuran itu sendiri banyak direkam warga dan viral di media sosial. Namun entah bagaimana ceritanya, Prabowo atau orang-orang sekitarnya bisa tak tau.
Pertanyaannya, apakah tim intelijen Presiden tak bisa melihat kenyataan sebenarnya? (hidayat ahmad)






