METRO24JAM.ID – Timnas Argentina memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada laga 16 besar di Mercedes-Benz Stadium Atlanta Amerika Serikat, Rabu (8/07/2026) dinihari WIB. Kemenangan ini dianggap kontroversi dan penuh skandal?
Sempat tertinggal hingga babak kedua, Albiceleste berhasil bangkit dan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam pertandingan itu, Mesir lebih dulu unggul pada menit ke-14 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan umpan lambung dari sisi kanan. Argentina sebenarnya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan 5 menit berselang, setelah Nicolas Tagliafico dilanggar Haissem Hassan di kotak penalti.
Tapi sial, Lionel Messi gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor. Tendangannya berhasil ditepis kiper Mesir, Mostafa Shoubir, yang tampil gemilang sepanjang babak pertama.
Usai gagal penalti, Argentina terus menekan. Alexis Mac Allister, Messi, hingga Julian Alvarez silih berganti menciptakan peluang. Tapi seluruhnya mampu digagalkan Shoubir. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk Mesir.
Memasuki babak kedua, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang. Rodrigo De Paul sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-47. Namun, bola masih mudah diamankan Shoubir.
Mesir sempat mencetak gol kedua pada menit ke-53 melalui Mostafa Zico setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang diawali Marwan Attia, Haissem Hassan dan Mohamed Salah. Namun, gol itu dianulir wasit setelah pemeriksaan VAR menunjukkan Marwan Attia lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez.
Sementara tekanan Argentina belum membuahkan hasil. Justru Mesir berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Serangan balik cepat yang dipimpin Mohamed Salah diteruskan kepada Haissem Hassan sebelum mengirim umpan matang ke Mostafa Zico. Penyerang Mesir itu sukses menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa timnya unggul 2-0.
Mesir hampir memperlebar keunggulan pada menit ke-77 ketika Trezeguet berhadapan langsung dengan Emiliano Martinez. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar.
Argentina akhirnya memperkecil ketertinggalan 2 menit kemudian. Berawal dari umpan Lionel Messi dari sisi kanan, Cristian Romero berhasil menyambar bola menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-1.
Momentum mulai berpihak kepada Albiceleste. Pada menit ke-82, Messi kembali menciptakan peluang melalui penetrasi di sisi kiri sebelum mengirim umpan kepada Lautaro Martinez. Sayangnya, sundulan penyerang Inter Milan itu masih melenceng dari gawang.
Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-84. Messi yang berdiri bebas di dalam kotak penalti melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Mostafa Shoubir. Skor berubah menjadi 2-2 dan pertandingan kembali terbuka.
Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina justru memastikan kemenangan pada masa injury time. Tepat pada menit 90+2, Lisandro Martinez mengirim umpan ke dalam kotak penalti yang disambut Enzo Fernandez menjadi gol. Gol tersebut membawa Argentina berbalik unggul 3-2 sekaligus memastikan kemenangan dramatis Albiceleste.
Kemenangan dramatis ini diprotes keras oleh kubu Mesir. Bahkan melalui pelatihnya, Hossam Hassan, Mesir menanggap wasit berpihak ke Argentina. Hal ini dikarenakan wasit menganulir gol kedua Mesir.
Benarkah Argentina dibantu wasit? Benarkah kalau FIFA selalu menginginkan Argentina memenangkan Piala Dunia? (hidayat ahmad)






