METRO24JAM.ID – Ramadhan 1447 Hijriyah ini terasa begitu menyesakkan bagi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Simalungun. Secara mendadak Bupati Simalungun menonjobkan beberapa kadis dan direksi PDAM Tirta Lihou.
Keputusan berani ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah nuansa bulan suci Ramadan yang biasanya identik dengan stabilitas kerja dan kehangatan birokrasi. Apalagi alasan pencopotan juga tidak diketahui secara pasti.
Bahkan, pejabat yang dicopot merupakan figur kunci yang selama ini memegang kendali di dinas-dinas strategis, di antaranya Andri Rahadian dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Edwin Tony SM Simanjuntak dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Pahala Sinaga dicopot dari posisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Tak hanya mencopot para kadis, Bupati juga mencopot Direktur Utama PDAM Tirta Lihou Dodi R Mandalahi.
Rotasi ini mencerminkan adanya evaluasi besar-besaran terhadap kinerja manajerial di instansi terkait selama masa kepemimpinan Bupati Anton Saragih.
Bahkan dari pencopotan yang dilakukan Bupati Anton Saragih, ada satu nama yang mencuri perhatian. Esron Sinaga yang sebelumnya menjabat Asisten II Sekdakab Simalungun, untuk kali kedua dicopot dari jabatannya.
Esron harus bergeser dari posisinya setelah sebelumnya pernah menduduki jabatan PNS tertinggi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).
Perjalanan karier Esron di Simalungun dinilai penuh dinamika, karena posisinya sering berganti dalam waktu singkat.
Sementara belum ada keterangan resmi mengenai posisi baru atau status kepegawaian selanjutnya bagi para pejabat yang dibebastugaskan. Untuk saat ini, para pecabat itu hanya bisa pasrah di-nonjob-kan.
Salah satu pejabat Eselon II yang terdampak mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi dicopot dari jabatannya sejak Jumat (6/3/2026). Meski menyayangkan waktu pencopotan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, pejabat bersangkutan hanya bisa memilih untuk bersikap kooperatif dan tidak melakukan pembelaan diri.
Sekda Kabupaten Simalungun Mixnon A Simamora belum memberikan respon atas pencopotan beberapa pejabat di Pemkab Simalungun. Sikap tak transparannya Pemkab Simalungun mengenai alasan pencopotan, memicu spekulasi adanya alasan politis lain.
“Iya saya sudah dicopot pada Jumat kemarin. Kalau untuk konfirmasi lain ke pejabat yang baru ya,” singkat ASN Eselon II yang juga mengalami nasib tragis di bulan Ramadhan ini. (hidayat ahmad/tmc)






