METRO24JAM.ID – Kereta Api (KA) Sribilah Utama jurusan Rantauprapat-Medan menabrak minibus di perlintasan tanpa plang kilometer 83+300, tepatnya pada petak jalan antara Stasiun Laut Tador-Stasiun Tebingtinggi. Akibatnya, 8 orang meninggal dunia dan 1 lainnya kritis.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekira jam 18.24 WIB. Saat itu, KA Sribilah Utama tengah melintas sesuai jadwal. Saat dalam perjalanan, masinis KA sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali sebagai peringatan.
“Namun minibus tiba-tiba melintas di lokasi perlintasan tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti. Diduga supir tidak menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden kecelakaan tak terhindarkan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Akibat kejadian itu, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
KAI kemudian mengirimkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi. Sedangkan masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka.
“Selanjutnya petugas dari KAI bersama dengan polisi dibantu warga sekitar mengevakuasi kendaraan minibus agar bisa dijauhkan dari jalur kereta api. Sedangkan penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakusi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi,” ujar Anwar.
Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Lidya membenarkan insiden kecelakaan itu. Sebanyak 8 penumpang minibus meninggal dunia dan 1 lainnyw luka berat. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
“Setelah kejadian, kita langsung turun ke lokasi. Delapan orang yang meninggal dunia telah dievakuasi ke ruang jenazah RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi. Sedangkan untuk korban satu orang yang mengalami luka berat berada di IGD RS Bhayangkara Kota TebingTinggi,” ujar Lidya. (hidayat ahmad/cnn)






