METRO24JAM.ID – Bencana Sumatera masih belum pulih. Banyak jalan, rumah dan fasilitas umum yang hancur dan belum diperbaiki.
Tapi pemerintah masih sibuk bercokol menghadapi nyinyiran netizen. Dan lagi-lagi, KSAD Maruli Simanjuntak yang kembali jadi sorotan.
Dalam sesi wawancara dengan wartawan, Rabu (7/1/2026) KSAD Maruli Simanjuntak mengungkapkan curahan isi hatinya.
Menurutnya, banyak masyarakat yang sibuk menghujat pemerintah yang lamban dalam penanganan bencana. Padahal pemerintah dalam hal ini TNI-AD, sejak awal bencana sudah berjibaku di lokasi.
“Anak-anak (TNI-AD) sudah dari awal bencana bekerja keras. Jadi tolonglah dihargai,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan kekesalan berbagai pihak yang menudingnya banyak cakap, tapi belum ada memberikan bantuan ke korban bencana.
“Kalau Maruli yang kirim (bantuan) kan gak perlu saya beritahu. Harus saya kasih tau rupanya apa yang saya kerjakan di sana (lokasi bencana)?” ujarnya setengah bertanya.
Dijelaskannya, tak semua yang dilakukannya harus diekspos. Apalagi yang bersifat bantuan pribadi.
“Mau saya beri tau apa yang saya kerjakan di sana (lokasi bencana)? Hal kecil. Siapa yang beli cangkul untuk anak-anak (TNI-AD) di sana (lokasi bencana)? Bukan 100 – 200, tapi ribuan (cangkul),” kesalnya.
Terus, kata Maruli, duitnya dari mana?
“Mau tau duit dari mana? Trus kalau saya punya duit, kenapa memang? Oh, Maruli kaya. Maruli pura-pura sederhana, gak punya mobil. Emang saya gak suka mobil. Emang kenapa?” celotehnya sedikit geram.
Curhat Sang Jendral langsung menjadi sorotan netizen. Banyak yang menyesalkan sikap Maruli. Apalagi dia seorang jendral bintang 4.
“Bekerja aja pak, gak usah banyak ngeluh,” ujar Ahmad.
“Maka itulah diperlukan audit dan mengekspos semua bantuan. Agar masyarakat juga bisa ikut memantau, itu bantuan negara atau bantuan pribadi atau bantuan relawan yang dititipkan untuk disalurkan,” ujar Sari dalam sorotannya. (hidayat ahmad)






