METRO24JAM.ID – Dunia dikejutkan oleh manuver politik Presiden AS Donald Trump pasca-penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Di tengah kekacauan serangan militer pada Sabtu (3/1/2026), Trump secara tak terduga memberikan dukungan kepada Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez (56 tahun), untuk dilantik sebagai presiden interim.
Keputusan ini merupakan pukulan bagi pemimpin oposisi Maria Corina Machado, pemenang Nobel Perdamaian yang sebelumnya sangat dekat dengan Trump. Dia dianggap tidak memiliki cukup dukungan dan rasa hormat untuk memimpin Venezuela.
“Saya pikir dia (Rodriguez) cukup ramah. Kita tidak bisa mengambil risiko membiarkan orang lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kebaikan rakyat Venezuela,” ujar Trump seraya menambahkan bahwa Rodriguez telah berkomunikasi dengan Menlu AS Marco Rubio dan bersedia melakukan apa yang diperlukan untuk ‘membuat Venezuela hebat lagi’.
Meski Trump mengklaim adanya kerja sama, Delcy Rodriguez justru menunjukkan sikap yang bertolak belakang segera setelah pelantikannya. Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi negara, Rodriguez dengan tegas mengecam aksi militer AS sebagai ‘agresi brutal’ dan menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro.
“Hanya ada satu presiden di negara ini, dan namanya adalah Nicolas Maduro,” tegas Rodriguez dengan berani, didampingi oleh pejabat sipil papan atas dan jajaran komandan militer tertinggi. (hidayat ahmad/cnbc)






