METRO24JAM.ID – Warga korban bencana banjir di Aceh Tamiang benar-benar kecewa. Sudah sebulan lebih banjir menghantam, tak sedikit pun pemerintah datang untuk memberi bantuan.
Lumpur setinggi pinggang dari awal bencana hingga sebulan berlalu, tak kunjung dibersihkan. Alhasil, warga dengan swadaya sendiri menyewa alat berat untuk mengeruk lumpur.
Namun karena tak punya uang, warga hanya mampu menyewa alat berat selama 2 jam. Karena perjamnya, warga harus membayar Rp600 ribu.
Video ini menjadi gambaran buruk penanganan bencana oleh pemerintah. Presiden Prabowo yang tetap ngotot tak mau menetapkan bencana nasional, seolah dipertontonkan tentang kelemahan anak buahnya dalam menangani bencana.
Bagaimana menurut kalian? (hidayat ahmad)






