METRO24JAM.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali besar kepala setelah pasukannya berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kesan sebagai polisi dunia pun semakin melekat!
Bahkan kemarin, Donald Trump dengan bangganya mengunggah foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap di atas kapal perang AS. Foto tersebut diambil beberapa jam setelah Amerika Serikat menangkapnya di Caracas.
Foto yang diungkap Trump sebagai Maduro itu, menunjukkan seorang pria mengenakan kaus abu-abu dan celana olahraga. Matanya ditutup bak teroris dan tangannya diborgol dengan sebotol air di tangan kanannya.
“Nicolas Maduro on board the USS Iwo Jima (Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima),” tulis Trump sebagai keterangan foto, beberapa menit sebelum ia melakukan konferensi pers dari Mar-a-Lago, resortnya di Florida dan mengumumkan bahwa Amerika ‘akan mengendalikan’ Venezuela.
Perlu diketahui, USS Iwo Jima adalah kapal serbu amfibi dan salah satu kapal perang Amerika yang telah berpatroli di Karibia dalam beberapa minggu terakhir dan membawa para korban selamat dari serangan kapal Amerika pada bulan Oktober.
Presiden Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan ‘Fox and Friends’ bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa dari Caracas dengan helikopter ke Iwo Jima.
“Penerbangan yang menyenangkan,” kata Trump.
“Saya yakin mereka menyukainya. Tapi mereka telah membunuh banyak orang.”
Maduro dan istrinya akan menghadapi dakwaan di New York atas tuduhan mereka melakukan terorisme narkoba dan konspirasi untuk mengimpor kokain.
Foto Maduro ditutup matanya dan diborgol sangat mencolok karena itu adalah foto pertama yang dipublikasikan setelah serbuan tersebut. Foto itu muncul beberapa jam setelah Delcy Rodríguez, yang pernah menjadi wakil presiden Maduro, menuntut Amerika Serikat untuk memberikan bukti bahwa Tuan Maduro dan istrinya masih hidup.
Trump mengatakan, dia dan timnya telah menyaksikan penggerebekan itu melalui rekaman video saat terjadi, dan kemudian memposting foto-foto yang tampaknya menunjukkan dirinya dan anggota kabinet senior lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menyaksikan serangan itu secara langsung. (cnbc/hidayat ahmad)






