METRO24JAM.ID – Banjir bandang dan longsor yang terjadi di 3 provinsi di Sumatera, membuat sejumlah kabupaten kota hancur berantakan. Tak terkecuali di Bener Meriah.
Di kabupaten yang berdampingan dengan Aceh Tengah dan Gayo Lues ini, sejumlah desa hancur dan jembatan rusak. Akibatnya, banyak warga yang terisolir.
Lambannya pemerintah menangani bencana, menambah derita bagi warga. Alhasil, warga bersama warga lainnya berjuang sendiri.
Jembatan yang putus mereka perbaiki seadanya. Hal ini dilakukan agar warga bisa mengakses jalan menuju desa yang lebih aman dan juga untuk mendapatkan pasokan makanan.
Tak jarang, jembatan yang mereka ciptakan sangat jauh dari kata layak. Tapi demi menyambung hidup, mereka rela melintas dengan resiko nyawa melayang.
Nah pertanyaannya, apakah peristiwa yang menggambarkan warga melintas di jembatan kawat ini tetap dikatakan Presiden satu kebohongan? (hidayat ahmad)






