METRO24JAM.ID – Pencopotan Musa Rajekshah (Ijeck) dari jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Sumut bikin geger internal Golkar. Sejumlah ketua DPD Tingkat II bereaksi keras.
Bahkan, mereka mendesak Bahlil Lahadalia dicopot dari posisi ketua umum karena menilai terbitnya SK DPP soal penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) ketua DPD Partai Golkar Sumut sebagai bentuk penzoliman terhadap mantan Wakil Gubernur Sumut itu.
Para kader juga menuding bahwa ada ‘kekuatan’ besar yang menyetir hingga munculnya surat keputusan penggantian Ijeck sebagai ketua DPD I Partai Golkar Sumut.
“Sebagai kader Golkar, saya sungguh sangat sedih dan miris dengan adanya surat DPP yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut. Putusan ini tidak mencerminkan ciri khas Golkar. Golkar ini partainya seluruh kader, bukan partai yang memiliki ‘bos’,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Pematang Siantar Mangatas Silalahi, Kamis (18/12/2025).
Dijelaskannya, sebagai partai kader, keputusan yang dikeluarkan DPP Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua Golkar Sumut merupakan bentuk kezoliman terhadap Ijeck.
Mangatas menilai, putusan DPP Golkar tidak mendasar dan ditenggarai ada ‘kekuatan’ besar dari segelintir golongan yang berniat menjatuhkan citra partai tersebut.
“Secara tegas saya mengatakan bahwa putusan yang dikeluarkan DPP Golkar disetir oleh kekuatan segelintir golongan yang berniat ingin menjatuhkan citra partai ini. Saya sebagai kader akan melawan itu,” tegasnya.
Mangatas juga mengatakan, isi surat keputusan yang dikeluarkan DPP Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua Golkar Sumut sampai dengan terlaksananya Musda Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara.
Namun, Mangatas menampik keras bahwa belum terlaksananya Musda karena ketidaksiapan DPD Golkar Sumut.
“Belum terlaksananya itu justru karena DPP tidak pernah memberikan jadwal pasti soal kapan pelaksanaan Musda Golkar Sumut. Padahal Ijeck selaku Ketua Golkar Sumut telah siap kapan saja DPP memerintahkan untuk melakukan Musda,” jelasnya.
Jadi katanya, sangat disesalkan adanya putusan yang dikeluarkan untuk mengganti Ijeck sebagai ketua DPD Golkar Sumut. Padahal, Ijeck merupakan sosok yang mampu membawa Golkar memenangkan Pileg di Sumut ini.
“Dari sejak awal reformasi bisa dikatakan di bawah kepemimpinan Ijeck lah Golkar bisa menangi pileg di Sumut dengan menjadikan kadernya sebagai ketua DPRD Sumut. Dan harusnya Ijeck terus dipertahankan bukan membuang seenaknya saja,” tegasnya. (hidayat ahmad)






